kebangkitan fotografi digital yang tidak dapat dihentikan dan sharing pada media sosial, banyak fotografer yang tidak memiliki banyak pengalaman dengan mencetak foto mereka secara profesional. Bagaimana pun juga, mencetak fotomu dengan mesin digital printing dapat membawa suatu kualitas foto yang spesial sekali. saat kamu mencetak fotomu untuk pertama kalinya saya menjamin kamu tidak akan pernah meremehkan cetakan printer lagi!
mungkin kamu telah mencetak beberapa foto di rumah, atau hanya murni fokus pada basis komputer sekarang. Panduan ini bertujuan untuk mengenalkanmu pada dunia cetak digital yang profesional, dan menunjukkanmu bagaimana kamu dapat memulai dengan memilih cara mencetak yang benar, melakuan persiapan yang benar, dan memiliki jenis kertas dan tinta untuk memberikan hasil akhir yang terbaik.
Saya akan mengenalkanmu pada beberapa prinsip dasar cetak digital, dan membawamu menelusuri hal-hal utama yang perlu kamu ketahui sebelum mengirimkan hasil kerjamu untuk dicetak. sekarang mari kita mulai!
Cetak digital yaitu mengubah nilai pixel yang membuat gambar pada layarmu menjadi ke sebuah hard-copy cetak menggunakan sebuah printer digital, tinta dan kertas. Cetak digital adalah tahapan produksi proses fotografi digital, berlangsung setelah editing digital dan sebelum pemajangan atau distribusi. Chart ini menunjukkan tahapan-tahapan dasar proses foto digital, dan dimana pencetakan berperan.
2. bisakah saya mencetak di rumah saja?
Tentu saja bisa, mencetak foto pada printer digital rumahan itu mungkin, dan banyak printer rumahan modern sekarang dapat menandingi printer industrial untuk kualitas, dan melakukan proses profesional untuk kenyamanan semata. Bagaimana pun juga, ada batasan atas apa yang dapat kamu lakukan dalam menggunakan printer rumahan.
Untuk satu hal, printer rumahan hanya dapat menghasilkan cetakan ukuran kecil. Jika kamu menginginkan sebuah cetakan skala besar untuk fotomu untuk dipajang kamu akan membutuhkan sebuah printer yang sangat besar, kamu bisa mendapatkannya di laysander.com
baca juga : gambar printing
3. persiapan
Satu hal yang dapat dan harusnya kamu lakukan dari rumah adalah menyiapkan foto untuk proses pencetakan. Tahap persiapan ini berbeda pada tahap editing dan retouching, dalam hal itu murni dilakukan untuk mengoptimasi kualitas cetak foto, bukan nilai estetikanya.
- warna
Dapatkah kamu mengenali tiap warna yang kelebihan saturasi atau memerlukan saturasi dalam gambarmu? Warna dengan saturasi tinggi seperti total merah dapat menyebabkan masalah pada tahap pencetakan. Pada akhir spektrum lainnya, warna yang kekurangan saturasi apakah tampak bosan dan tersapu dalam cetakan. Mengkalibrasi monitor atau menetralkan area kerja aplikasi editing juga dapat membuat sebuah perbedaan besar akan bagaimana kamu menilai keseimbangan warna dalam fotomu.
- kontras
Kamu mungkin telah meningkatkan kontras fotomu pada tahap editing untuk tujuan estetik, namun kamu juga harusnya menggunakan waktu untuk menilai kembali level kontras dengan sebuah hasil cetakan akhir dalam pikiran. Sebagian karena cahaya yang dipancarkan oleh layar, kontras seringkali tampak lebih kuat ketika dipandang melalui sebuah komputer. Dalam format cetak, kontras dapat tampil sedikit kaku, sehingga mungkin sebuah ide yang bagus untuk sedikit menaikkan level kontras lebih dari normalnya dan kemudian mengujinya hingga pas.
- ketajaman
Persepsi ketajaman gambar dapat juga berbeda tergantung pada apakah foto dipandang dalam layar atau dalam cetak. Kamu mungkin perlu meningkatkan ketajaman gambar untuk mengeluarkan kejelasan detil dalam gambar. Hasil akhirnya akan menjadi sebuah cetakan grafis yang tajam serta akan kelihatan tegas dan indah ketika dipajang dan dipandang dari jauh.
- resolusi dan ukuran
Kamu mungkin telah memiliki ide berapa besarnya gambar yang ingin dicetak, namun ingatlah bahwa ini akan memiliki batasannya tergantung pada resolusi gambar. Jika kamu ingin mencetak gambarmu pada cetakan kualitas tinggi dan skala besar kamu perlu memastikan bahwa gambar tersebut memiliki resolusi yang sangat tinggi. Ini memastikanmu bahwa tidak ada pixelisasi yang akan tampak dalam gambar apakah pengamat melihat gambar dari jarak dua meter ataupun dua sentimeter. Ingat juga bahwa jika kamu mencetak sebuah foto sebagai poster, banner atau media lain yang tidak membutuhkan untuk bermutu tinggi seperti cetak seni masih dibolehkan untuk mengirimkan gambar sebagai gambar resolusi sedikit rendah, walaupun kamu harusnya tetap menentukan ini pada nilai minimum 300 DPI ('dots per inch'), yang kamu dapat lakukan dari Photoshop dengan memilih File > New dan mengetik 300 pada text box Resolution.
Teknologi terus berkembang, begitu juga jumlah metode cetak foto digital. Dengan mengetahui sedikit perbedaan metode cetak ini akan membantumu memilih yang mana yang tepat, dan menentukan siapa yang dihubungi untuk pekerjaan itu.
- pencetakan inkjet
Sebuah pilihan yang efektif dan bermutu tinggi bagi pelaku seni dan fotografer untuk menghasilkan cetakan seni bermutu tinggi untuk karyanya, prosedur cetak inkjet menghasilkan hasil yang baik yang dapat diterapkan pada berbagai media cetak, seperti kertas, kanvas, plastik, kain dan logam. Ketika media dimasukkan ke dalam printer inkjet, sebuah print head bergerak menyemprotkan sejumlah kecil tinta warna pada permukaan dalam gerakan maju mundur. Printer inkjet menggunakan empat warna, Cyan, Magenta, Yellow dan 'Key' (Hitam) (dikenal sebagai CMYK), disimpan pada penampung terpisah dalam printer, untuk membentuk sebuah spektrum warna yang lengkap.
Beberapa printer digital profesional akan menggunakan metode pencetakan laser untuk menghasilkan cetakan fotografis. Versi gambar digital terekspos pada kertas foto yang sensitif terhadap cahaya dengan laser dan diproses menggunakan pengembangan dan perbaikan fotografis. Printer laser ini jika dibandingkan dengan inkjet mencetak foto sesungguhnya, dengan tonal yang berkesinambungan dalam detil gambar. Sebagai hasilnya, printer laser sangat bermutu tinggi, membuatnya paling cocok untuk pengarsipan dan pertunjukan pameran.
5. mengerti tinta
Seluruh printer inkjet menggunakan tinta untuk membuat sebuah cetakan. Bagaimana pun juga, berguna untuk mengetahui bahwa faktanya dua jenis tinta digunakan oleh pembuat tinta: dye dan pigment.
Masing - masing tinta memiliki keuntungan dan kerugiannya, dan dapat memberikan hasil yang berbeda. Tergantung pada merek dan model printer yang di gunakan, mereka akan terpatok pada penggunaan entah dye atau pigment. jika kamu benar-benar ingin menunjukkan bahwa kamu mengerti barangmu, kamu dapat menanyakan merek printer apa yang mereka gunakan dan tinta jenis apa yang mereka pilih.
Dyes
Dyes adalah substansi berwarna yang dalam bentuk cair atau terlarut dalam air. Ketika diterapkan pada media cetak, sebuah dye komersial menodai permukaan secara sementara atau permanent. Keuntungan utama tinta jenis dye adalah mereka murah dan memiliki warna yang tegas, yang menghasilkan hasil cetak yang hemat biaya dan tersaturasi tinggi. Namun, tinta dyes tidak sepenuhnya tahan cahaya, yang berarti mereka akan memudar seiring waktu jika terpapar cahaya matahari. Ini mungkin membuat dyes bukan pilihan yang cocok jika kamu membuat cetak untuk arsip, namun sebuah pilihan berharga untuk proyek pencetakan jangka pendek.
Pigment
Pigment tidak larut dalam air, namun itu dalam bentuk suspensi oleh liquid. Alih-alih diserap oleh media, pigmen berada di permukaannya. Mereka lebih tahan paparan cahaya dibandingkan dye, menjaga warna tetap utuh hingga beberapa ratus tahun, membuatnya cocok untuk cetakan arsip. Kelemahan pigmen, kebalikan dengan dye, adalah lebih mahal dan warnanya kurang tegas.
6. memilih media bahan yang benar
Teknologi terkini memudahkanmu untuk mencetak pada material apapun. seperti kanvas, logam, kain, sebutkan saja. Bagaimana pun juga, kebanyakan fotografer tetap memilih untuk mencetak pada kertas, yang mudah dipegang dan menghasilkan format yang mudah dipajang dan dapat dipotong, dipasang atau dibingkai.
Kamu harus sedikit mengetahui tentang jenis lapisan penutup kertas yang tersedia, yang dapat membantumu memilih hasil cetak foto yang benar. Tidak ada kertas yang benar atau salah pada penggunaannya untuk mencetak foto—walaupun secara tradisional foto dicetak pada kertas gloss untuk memaksimalkan ketegasan warna dalam gambar, ini bukanlah satu-satunya pilihan bagi fotografer yang mencari lapisan penutup yang lebih kontemporer. Hampir semua printer akan merekomendasikan untuk mencetak foto pada kertas foto khusus, yang mencegah tinta terserap ke dalam kertas, namun tinta tersebut tertahan di bagian atas permukaan.
Kertas bermacam-macam bobot dan lapisan penutupnya. Bobot diukur dalam GSM, atau 'Grams per Square Meter' dan akan memiliki efek pada seberapa lentur atau kaku sensasi kertas tersebut. Bobot yang rendah, antara 120-150 GSM umum dipakai untuk cetakan brosur dan poster kualitas rendah, namun kamu perlu mencari kertas paling tidak berbobot 150-200 GSM untuk standar pencetakan foto, dan 200-300 GSM untuk cetakan yang awet. Galeri mungkin mencetak foto pada kertas yang lebih berat lagi, +300 GSM untuk memastikan cetakan cukup keras dan cocok untuk penyimpanan jangka panjang.